Bermalam di Air Terjun Katak KM 38 – Kalimantan Timur

Traveling kali ini saya kembali berada di Kalimantan Timur. Ini kedua kalinya saya menginjakkan kaki ke Banua Etam (Baca juga : Halo Banua Etam!) namun ditempatkan didearah yang berbeda. Perjalanan di bulan April ini saya berada di daerah Handil yang letaknya sekitar dua jam perjalanan dari Kota Balikpapan dan satu jam dari Kota Samarinda.

Hari Jumat sampai di Kota Handil besoknya sudah diajak traveling ke sebuah tempat yang masih baru dan belum banyak terjamah oleh manusia, namanya adalah Air Terjun Katak KM 38 yang terletak diantara perbatasan daerah Balikpapan dan Samarinda. Sebelum berangkat, kota Handil dilanda hujan sedari pagi, namun itu tidak menyurutkan niat kami untuk tetap melanjutkan perjalanan karena disaat hujanlah waktu yang tepat untuk menikmati Air Terjun Katak karena air yang mengalir akan sangat bagus dan indah.

Selain mengunjungi Air Terjun niat kami adalah berkemah dan menghabiska malam minggu disini sambil menikmati suasana hutan dan air terjun disebelah kami. Segala perlengkapan bermalampun telah disediakan. Kami tidak memakai tenda melainkan hammocks untuk menemani tidur lelap kami. Hammocks rasanya lebih praktis dan tidak membutuhkan tempat yang luas seperti tenda, hanya membutuhkan dua pohon yang cukup kuat dan jarak yang cukup untuk membuat hammocks terpasang dengan indah.

Dari kota Handil menuju KM 38 kami lakukan pukul 4 sore dikarenakan masih ada beberapa rekan-rekan yang akan dijemput dan mempersiapkan perlengkapan yang belum dikumpulkan. Perjalanan kami dilakukan selama kurang lebih dua jam menuju objek wisata menggunakan sepeda motor. Saat ini untuk menuju objek wisata Air Terjun sudah terpasang spanduk yang menandakan jalan masuk menuju objek wisata tersebut, sehingga memudahkan pengunjung untuk mengetahui pintu masuk objek wisata Air Terjun Katak.

 

Ini dikarenakan sebagian orang masih belum tau bahwa di KM 38 ada salah satu objek yang sangat menarik untuk dikunjungi dan in tidak terlepas dari belum adanya fasilitas umum yang mendukung objek wisata ini, papan informasi berupa spanduk hanya terpasang seadanya dan merupakan dukungan dari komunitas pemuda daerah. Setelah masuk dari simpang pertama perjalanan masih berlanjut menggunakan sepeda motor sejauh 2 KM menuju pondok pemberhentian terakhir sepeda motor lalu dilanjutkan dengan tracking  menuju objek wisata Air Terjun Katak tersebut sejauh kurang lebih 2 KM atau kurang lebih selama 30 menit.

Processed with VSCO with hb2 preset

Untuk akses jalan menuju objek wisata ini masih berupa tanah liat dan bebatuan yang cukup terjal, jika musim hujan bisa dipastikan kamu akan bermain lumpur dengan riang gembira (hahaha). Jangan kuatir untuk sepeda motormu terlihat rusak, karena dalam rombongan kami menuju objek wisata ini ada seorang teman yang menggunakan sepeda motor vespa yang dengan sukses berhasil sampai dengan aman menuju pos pondok pemberhentian terakhir (walaupun sering mogok dan harus didorong, tapi sukses melewati kubangan lumpur loh! hahaha).

Sesampainya di objek wisata kami segera membersihkan diri di air terjun dari kubangan lumpur yang menempel di tubuh kami dan langsung mempersiapkan api unggun dan memasang hammocks dikarenakan mentari sudah tidak lagi bersinar dan di dalam hutan cahayanya sulit untuk menembus kulit kami yang terkadang merindukan hangatnya mentari.

Sebagian dari kami juga mempersiapkan makan malam yang telah dibawa bahan-bahanya sebelum berangkat. Menu malam ini adalah nasi dengan ayam yang diberikan orang tua salah satu teman kami. Selepas makan malam kami bercengkrama dekat api unggun yang telah dibuat sedemikian rupa untuk menghangatkan badan dari sepinya malam di tengah hutan.

Seketika aktivitas kami berhenti ketika mendengar suara seseorang yang akan mendekat kearah tempat kami berada, padahal semua sudah ada disini, dan siapakah yang mendekat kearah kami? Ternyata dia adalah teman kami yang berjanji akan menyusul ketempat kami berada. Awalnya kami heran apakah dia manusia atau bukan. Jelas saja kami berfikiran seperti itu dikarenakan dia belum pernah datang ke Air Terjun Katak dan jalan yang dilalui sudah cukup berat ditambah dia datang seorang diri.

Setelah panjang lebar kami introgasi dan masih dengan perasaan tidak percaya ternyata usut punya usut dia berani datang sendiri ketengah hutan menyusuri kami karena hanya ingin memenuhi janjinya bahwa dia akan menyusul kesini untuk menghabiskan malam bersama, dan dia tidak ingin mengingkari janjinya. Dengan masih berbasuh peluh keringat dan nafas yang masih diatur, malam ini kami dibuat sangat takjub.

Keesokan paginya adalah waktu yang tepat untuk menikmati Air Terjun Katak. Hangatnya mentari pagi yang masuk dari balik celah-celah dedaunan menambah suasana yang begitu lama dirindukan. Suara burung dan bunyi kesunyian hutan menambah keadaan semakin tenang dan menyejukan jiwa.

Sehabis sarapan dan menikmati aliran air terjun, kami bersiap untuk kembali ke Handil mengingat esok adalah hari dimana kami kembali beraktifitas seperti biasanya. Sebelum kembali kami berbenah dan mengumpulkan barang-barang yang masih belum dirapikan termasuk sampah, karena ketika kami pulang haruslah sama ketika kami datang minimal tidak meninggalkan sampah di area air terjun ini.

Buat sobat travelers yang berada di Kalimantan Timur tidak ada salahnya menghabiskan malam atau sekedar traveling ke Air Terjun Katak ini karena suasananya masih begitu asri dan sejuk.

Tips :

  1. Gunakan sandal gunung dan jangan memakai sepatu, karena medan yang dihadapi adalah genangan air dan lumpur apalagi ketika musim hujan
  2. Jangan membawa barang terlalu banyak karen sobat traveler akan melakukan tracking kurang lebih selama 30 menit dan memakan banyak tenaga jika membawa peralatan yang tidak berguna, ditambah jalur yang dilalui merupakan jalan menanjak dan terjal.
  3. Jika ingin berkemah di sekitar areal air terjun disarankan untuk membawa lotion anti nyamuk dikarenakan disekitar areal tersebut banyak nyamuk hutan yang lumayan ganas menghisap darah kamu (hehehe)
  4. Bagi kamu yang berkemah disarankan juga untuk membawa kaos kaki, jika pagi hari menjelang cuaca di areal tersebut sangat dingin.

Selalu ingat, hanya ada dua hal yang wajib travelers tinggalkan dalam berwisata, JEJAK KAKI dan KENANGAN, salam Traveler Ulung!

“langkahkanlah kaki mu dengan niat yang baik, karena sesungguhnya yang engkau hasilkan buah dari niat yang baik” -Traveler Ulung

Processed with VSCO with f2 preset

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s