Pengalaman Pertama Tidur Di Stasiun

Mei 2016,

Menjadikan perjalananmu bukan sekedar perjalanan rasanya harus memiliki kisah yang menarik untuk diceritakan. Ini perjalanan saya waktu ke Kota Malang yang cukup memberikan kesan. Cerita ini berawal ketika kami berangkat dari Medan menuju Bandara Juanda, Surabaya menggunakan penerbangan malam. Sampai dibandara jam menunjukkan pukul 12 malam, dan bandara sudah sangat sepi. Awalnya kami ingin menghabiskan malam diruang tunggu bandara, karena tidak diperkenankan oleh pihak bandara akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju stasiun kereta api Gubeng menunggu perjalanan berlanjut dipagi hari menuju kota Malang.

Sebelum berangkat ke Malang kami sudah memesan tiket kereta api dengan harga yang kami anggap cukup murah dikarenakan ada promo yang sedang berlangsung untuk program kereta api dari salah satu situs jual beli tiket online, dan ternyata kami terjebak dengan iming-iming PROMO!! berharap mendapatkan promo yang dijanjikan kami tetap membayarkan dengan harga yang sama tanpa promo, mau gak mau dikarenakan ketidaktahuan kami kalau ada transportasi lebih murah menggunakan bus ke Kota Malang akhrinya kami menikmati saja yang sudah terjadi.

Seperti malam ini, dikarenakan keberangkatan kereta api kami masih 7 jam lagi, mau tidak mau kami terpaksa untuk menghabiskan malam di stasiun kereta api. Tidak cukup buruk untuk beristirahat dan menunggu keberangkatan di stasiun seperti yang orang fikirkan. Di Stasiun Gubeng tempat kami saat ini cukup banyak penumpang yang beristirahat di lantai stasiun untuk menunggu keberangkatan pagi. Ada yang bersama keluarga, kerabat, pacar hingga sepasang suami istri yang lagi berlibur ke Kota Malang.

Ini menjadi pengalaman pertama kami beristirahat di stasiun kereta api dengan berteman dinginnya lantai stasiun dan malam yang cukup dingin. Kami bergantian untuk tidur terlelap di stasiun, dikarenakan banyaknya barang bawaan yang kami bawa. Untuk mencari cemilan tengah malam, disekitar stasiun ada swalayan yang buka 24 jam untuk melayani para penumpang yang menunggu keberangkatan malam. Di luar stasiun juga ada kamar mandi yang cukup bersih untuk digunakan secara gratis oleh para penumpang.

dimanapun kita berada, siapapun kita, nikmati setiap perjalanan yang dilewati, abaikan egomu untuk tahu betapa indahnya sekelilingmu” – Traveler Ulung

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s