Liburan Seru di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Beberapa hari di Jakarta rasanya kaki sudah “gatal” untuk berkunjung ke objek wisata yang ada di Jakarta. Salah satu objek wisata yang ada di daftar kita adalah Taman Mini Indonesia Indah atau biasa orang menyebutnya dengan TMII. Objek wisata yang ada di Jakarta Timur ini sangat jauh dari tempat kami berada di Jakarta Selatan. Walaupun demikian gak menyurutkan semangat kami untuk menjelajah objek wisata yang ada di Ibukota.

Sehari sebelum berangkat kami mencari informasi mengenai moda transportasi yang memungkinkan selain angkutan pribadi untuk sampai ke TMII ini melalui media online. Alhamdulillah banyak juga blog pribadi dan situs tranpsortasi di Jakarta yang mengarahkan untuk sampai ke wisata ini. Dari tempat lokasi kami menginap di Jalan Wijaya I, Petagogan, Kebayoran Baru kami harus naik Kopaja untuk sampai ke Shalter Busway Blok M. Dari Blok M kami menuju ke Halte Bendungan Hilir (Benhil). Sesampainya di Benhil kita harus berjalan menuju Halte Semanggi dan langsung menuju Halte Taman Mini Garuda. Perjalanan gak berhenti sampai disitu saja, sesampainya di Halte Taman Mini Garuda kita harus naik angkot lagi untuk sampai ke depan TMII, harga angkot yang harus dibayar kurang lebih sebesar Rp. 3.000/orang.

Waktu yang kami habiskan selama diperjalanan menuju ke TMII kurang lebih 2 setengah jam. Tapi itu semua terbayarkan ketika sampai di depan TMII. Untuk bisa masuk kedalam TMII travelers harus menyiapkan uang sebesar Rp. 10.000/orang, ditambah bus wisata yang harus travelers keluarkan jika ingin berkeliling TMII sebesar Rp. 10.000/orang.

Sebenarnya ada beberapa jenis transportasi yang bisa travelers gunakan untuk berkeliling di TMII ini, namun harga yang ditawarkan sangat beragam, seperti jika gondola yang mematok harga sekali naik sebesar Rp. 40.000/orang, sepeda dengan harga Rp. 20.000/jam dan sepeda motor yang dapat travelers sewa dengan harga sewanya Rp. 50.000/jam. Sangat disarankan untuk menggunakan bus wisata keliling, karena dengan merogoh kocek hanya Rp. 10.000/orang, travelers sudah bisa berkeliling dengan puas.

Sebelum kami berkeliling, ternyata perut harus diisi “amunisi” untuk menunjang aktivitas yang akan menyita waktu dan tenaga lebih. Di TMII sendiri ada pusat makanan yang menjajakan berbagai macam menu. Tapi, buat travelers yang ingin mengontrol pengeluaran, travelers harus teliti memilih tempat makan di objek wisata. Syukurnya kami menemukan satu rumah makan yang lagi memberikan diskon besar-besaran yang dijamin menjaga kantong tetap aman (hahaha). Jadi sebelum benar-benar memilih tempat makan, sangat disarankan untuk melihat harga terlebih dulu agar kamu tidak terkejut dan pingsan selesai makan (hahaha). Setelah “amunisi” sudah cukup terisi kami bergegas menunggu bus wisata untuk berkeliling TMII secara utuh. Awalnya kami bingung harus menunggu bus dimana, karena tidak adanya tanda bus wisata berhenti ataupun halte bus yang bisa ditunggu. Kami pun bertanya kepada petugas sekitar yang memberikan informasi bahwa bus wisata bisa di tunggu dimana saja seperti kita menunggu angkot dan tinggal di stop untuk bisa dinaiki. Bus wisata yang ada di TMII lebih mirip seperti “odong-odong” yang ada di jalan, tapi bedanya adalah ini bisa keliling TMII bebas macet sedangkan yang ada di jalan tidak bebas kemacetan (hahaha). Travelers harus bersabar untuk menunggu bus wisata datang karena armada yang sangat sedikit dengan jumlah wisatawan yang ada di TMII ini.

Objek wisata yang pertama kami datangi adalah Anjungan (replika) rumah adat Nusantara. Perlu menjadi catatan travelers, bawah tidak semua arena di TMII bisa dimasuki secara gratis, karena ada beberapa spoot yang mengenakan biaya masuk lagi. Jadi travelers harus teliti ketika memasuki arena wisata yang ada di TMII. Tapi yang pasti semua anjungan rumah adat gratis untuk dimasuki. Sayangnya, ketika kami datang tidak semua anjungan dapat dimasuki karena masih dalam masa renovasi. Ada beberapa anjungan yang menjadi favorit para wisatawan ketika berkunjung yaitu anjungan Kalimantan Utara yang menyediakan rumah adat yang begitu panjang dan memacu adrenalin bagi kamu yang takut ketinggian untuk naik kedalam anjungan ini.

Setelah hampir 5 jam berada di kawasan TMII, perjalanan kami harus berakhir dikarenakan hujan yang mengguyur kawasan TMII. Ketika menuju pintu keluar TMII kami penasaran dengan bus transjakarta yang terparkir di jalur keluar. Setelah kami tanya ternyata wisatawan yang ingin pulang dari TMII bisa menaiki moda transportasi bus transjakarta menuju Halte Semanggi secara langsung tanpa harus ke Halte Taman Mini Garuda. Untuk bisa masuk ke bus transjakarta disini gak jauh beda dengan biasanya, hanya saja disini travelers hanya menggesek kartunya dengan cara dibantu oleh petugas menggunakan mesin gesek yang telah disedikan, untuk harganya sendiri juga sama yaitu sebesar Rp. 3.500/orang. Akhirnya perjalanan satu hari ini berakhir dengan rasa lelah dan penat, namun demikian rasa kebersamaan dan bahagia telah tercatat dalam memori hari ini dan selalu ingat, hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG!

DCIM103MEDIA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s