Wisata Sejarah di Museum Perjuangan TNI

Museum Perjuangan TNI

Jika berada di Kota Medan, tidak puas jika kamu belum ke objek wisata yang satu ini. Berada di pusat Kota Medan tepatnya di Jalan Zainul Arifin, Museum Perjuangan TNI menyimpan sejarah yang begitu luar biasa. Bangunan museum yang sudah berdiri 88 tahun ini dulunya merupakan sebuah kantor perusahaan asuransi Belanda yang juga pernah menjadi Markas Jepang ketika menjajah Indonesia.

Museum Perjuangan TNI

Ketika saya berada di Museum Perjuanga TNI ini, terasa begitu kental suasana perjuangan yang ada pada masa itu, dikarenakan bangunan yang digunakan juga merupakan bangunan cagar budaya yang dilestarikan. Bangunan yang hanya dua lantai ini menyimpan berbagai koleksi peninggalaan perjuangan zaman dahulu, mulai dari alat-alat perang, mata uang, sampai pakaian yang dipakai para TNI pada masa melawan penjajah dulu.

Ada salah satu ruangan yang membuat saya betah berlama-lama yaitu ruangan perpusatakaan di lantai 2. Di dalam ruangan ini kita bisa melihat berbagai macam koleksi buku-buku lama yang masih tersimpan di Museum ini. Ada satu naskah kumpulan berita tahun 1971 yang membuat saya kagum, karena terangkai dengan jelas apa yang terjadi pada tahun tersebut.

Museum Perjuangan TNI

Selama berada di Museum Perjuangan TNI saya berdiskuskusi panjang dengan salah satu penjaga dari Museum ini. Ada pernyataan yang cukup memukul hati saya, dimana beliau mengatakan bahwa kita sangat berbeda sekali dengan wisatawan asing yang mengunjungi Museum Perjuangan TNI ini, mereka bisa sampai 3 jam berada di Museum karena menikmati setiap pajangan ataupun lukisan yang ada di Museum Perjuangan TNI ini, beda dengan masayarakat sekitar yang berkunjung ke museum yang berlalu begitu saja tanpa memperhatikan satu persatu apa yang ada di dalam museum, bahkan ada yang datang hanya sekedar foto dan pulang tanpa membawa ilmu sama sekali.

Jika kamu ingin mengunjungi Museum Perjuangan TNI ini jangan dihari sabtu ataupun minggu, karena Museum sendiri buka pada hari senin sampai dengan jumat pukul 08-00 sampai pukul 14.30 WIB. Untuk tiket masuk ke Museum Perjuangan TNI sendiri tidak ada, kamu hanya menulis buku tamu dan memberikan donasi seiklhasnya ketika selesai mengunjungi museum.

Tips :

  1. Jangan lupa untuk bertanya-tanya dengan petugas museum jika kamu penasaran dengan benda-benda bersejarah yang ada di Museum tersebut.
  2. Jika kamu terasa lapar, disamping Museum terdapat rumah makan yang bisa kamu kunjungi. Untuk harganya nasi dengan ayam kurang lebih Rp. 18.000.

Ingatlah, hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG.

Advertisements

One thought on “Wisata Sejarah di Museum Perjuangan TNI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s