Sempol Nikmatnya Pol!

Sempol Malang

Ini kunjungan ke dua saya ketika berada di Kota Malang. Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Kota lain tidak merasakan makanan yang lagi hits di kota tersebut. Di tahun 2014 ketika kunjungan pertama saya, makanan kecil yang lagi hits adalah cilok, namun di tahun 2016 ini dikota Malang lagi ada makanan kecil yang lagi digandrungi, yaitu Sempol.

“Pernah ngerasain Sempol belum?” ujar teman saya. Seketika mendengar namanya saya heran, ini jenis makanan apa. Ketika dibawa kesalah satu penjual sempol yang ada di Kota Batu, kayaknya unik makanan yang bernama Sempol ini, bentuknya seperti sosis tapi di tusuk dengan lidi yang sangat panjang. Rupanya setelah ditanyakan ke penjualnya, Sempol merupakan campuran daging, telur dan tepung yang digulung hingga menempel ke lidi yang cukup panjang.

Saya perhatikan juga baik-baik bentuk lidi yang panjang ini, ternyata kenapa lidi nya sangat panjang ternyata saya mendapatkan analisis sendiri, lidi digunakan sangat panjang karena ketika sempolnya di celupkan ke minyak yang panas dapat diambil dengan mudah tanpa harus menyelupkan semua nya ke minyak yang panas dan juga sebagai pegangan ketika kita makan dengan sempol yang cukup panas. Cukup unik, tapi kalau boleh dibilang dalam ilmu ekonomi, hal ini sangat tidak efisien karena lidi yang panjang dapat digunakan menjadi dua bagian hahaha.

Dari bentuknya yang kuning kecoklatan sangat menggugah selera dan tidak cukup dinikmati dengan hanya satu atau dua Sempol saja, namun bisa sampai puluhan Sempol. Itulah yang juga dirasakan oleh masyarakat Malang, saya perhatikan mereka membeli Sempol seperti membawa sapu lidi kemana-mana karena begitu banyak dan hanya nampak ujung lidi saja dari kejauhan makanya seperti membawa sapu lidi versi kecilnya hahaha.

Sempol sangat enak dinikmati ketika masih panas dan dicampurkan dengan saos dan kecap yang diracik sesuai dengan selera masing-masing. Untuk harganya sendiri cukup murah, 1 buah Sempol hanya dihargai Rp. 500 saja. Jangan heran jika banyak yang membeli sampai 20 puluh bahkan lebih untuk dinikmati.

Gak lengkap rasanya kalau ke Kota Malang belum menikmati jajanan yang satu ini. Tapi ingat, untuk selalu menjaga kebersihan dengan membuang lidi Sempolnya ketempat sampah ya. Salam #FoodTraveling.

Advertisements

2 thoughts on “Sempol Nikmatnya Pol!

    1. ia mas, awalnya saya mengira begitu, ternyata ada maksud lain dari analisis saya kenapa tusuknya panjang, seperti yang diartikel diatas, tusuknya panjang biar memudahkan penjual memasak sempol di minyak panas dan gak susah mengambilnya, selain itu pembeli enggak kenasan megang sempol nya jika lidi nya pendek hehe.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s