Sejarah Tinggal Kenangan – Medan

Kau harus percaya, masa lalu hanyalah masa lalu, tapi kau juga harus percaya, masa depan ada karena masa lalu”Anugrah

Sejarah menceritakan bahwa kemerderkaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi terbebas dari belenggu yang mengikat. Kini, sejarah itu tinggal kenangan, meninggalkan cerita yang diwariskan turun menurun, menyisahkan potret kehidupan kota yang kini telah melaju pesat mengikuti fajar.

Kota Medan kota yang kini banyak perubahan perlahan mulai meninggalkan kenangan sejarahnya. Ini bisa dilihat disalah satu pusat kota Medan yang terdapat bangunan tua yang kini sudah tidak terawat dan terbengkalai menunggu masa mengikis kejamnya peradaban. Terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat Kota Medan, banyak terdapat bangunan tua yang menjadi saksi sejarah berdirinya kota Medan. Masyarakat kota Medan menyebutnya sebagai daerah Kesawan yang menjadi pusat sentral bangunan tua yang masih bisa disaksikan hingga saat ini.Ā  Baca juga – (Menikmati Senja di Hutan Mangrove)

Di daerah ini masih berdiri beberapa bangunan tua seperti gedung Pt. London Sumatera atau dulu disebut dengan gedung Harrison & Crissfield, rumah Tjong A Fie, rumah makan Tip Top dan masih banyak lagi. Menurut sejarahnya sebelum tahun 1880 daerah ini dihuni oleh masyarakat etnis Melayu, namun seiring berjalannya waktu masyarakat etnis Tionghoa dari Malaka dan Tiongkok mulai datang dan menetap di daerah ini melalui jalur perdagangan. Jadi jika datang ke kawasan ini jangan heran bila kamu akan menemukan bangunan tua yang berornamen Tionghoa dari warna dan gaya bangunannya.

Kurangnya perhatian lebih pemerintah kota terhadap sejarahnya kini hanya beberapa bangunan yang masih bertahan dan beropreasi, beberapa hanya tinggal tiang yang menjulang tinggi menyisahkan kepedihan dan kegersangan yang menunggu dirubuhkan. Semoga anak-cucu kita kelak masih melihat saksi sejarah yang begitu luar biasa, bahwa dulu pernah ada masa lalu yang indah untuk diceritakan.

Suatu saat fajar akan menghilang, entah mungkin itu nanti, atau sekarang, pertahankanlah agar kelak kita bisa mengenangnya sebagai kenangan yang manis” – Anugrah

Tips :

  1. Jika ingin menikmati kawasan bangunan tua ini, disarankan disaat hari minggu pagi karena jalanan akan terasa sedikit lenggang.
  2. Jangan buang sampah sembarangan, karena disepanjang jalan ini terdapat tempat sampah yang bisa kamu gunakan.
  3. Jika kamu ingin menikmati daerah ini dengan berjalan kaki, diharapkan tidak membawa barang-barang berharga yang terlalu mencolok demi menjaga hal yang tidak diinginkan.

Hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG šŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Sejarah Tinggal Kenangan – Medan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s