Menikmati Kesenian Kuda Lumping Di Desa Perkotaan – Langkat

Rindu akan hadirnya hiburan yang bisa disaksikan akhirnya terbayarkan ketika saya dan teman-teman menyaksikan dan menikmati kesenian Kuda Lumping yang sedang berlangsung di Desa Perkotaan. Desa Perkotaan sendiri terletak di Kecamatan Secanggang, Kapubaten Langkat, Sumatera Utara dan desa ini merupakan tempat dimana kami melakukan magang selama 2 minggu.

Selama di Desa Perkotaan kami tinggal bersama keluarga kepala desa. Tidak jauh dari desa pada umumnya, jika malam hari tiba  suasana sunyi dan hening menyelimuti seluruh desa, hanya tinggal bapak-bapak yang masih setia menemani malam di warung-warung kopi yang ada di Desa Perkotaan. Hiburan yang dapat memecah kesunyian malam Desa Perkotaan adalah pagelaran kesenian Kuda Lumping yang biasanya dimainkan ketika ada acara pernikahan atau syukuran khitanan.

Pada tanggal 22 Agustus 2015 kemarin ketika kami sudah 1 minggu berada di Desa Perkotaan, ada satu keluarga yang mengadakan syukuran khitanan anak laki-lakinya dan menggelar pesta rakyat dengan menghadirkan pegelaran kesenian Kuda Lumping dari desa sebelah. Tanpa buang-buang waktu, saya dan teman saya segera menuju lokasi pagelaran yang jaraknya lumayan jauh dengan menempuh waktu 15 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.

Seketika ketika kami datang, tempat yang awalnya sunyi pada hari biasa sudah berubah menjadi pasar malam yang ramai dikunjungi. Ternyata bukan hanya masyarakat Desa Perkotaan yang menyaksikan pagelaran ini, namun juga ada beberapa masyarakat yang rela hadir demi mencari hiburan dimalam hari. Di sekitaran pagelaran juga muncul pedagang dadakan yang menjual berbagai macam makanan, mulai dari jagung rebus, kacang rebus, buah-buahan dan masih banyak lagi.

Pagelaran kuda lumping ini dilaksanakan di tanah lapang yang memiliki area yang cukup luas, dan pagelaran ini dimulai ketika selesai adzan sholat isya berkumandang. Atraksi pertama dibuka dengan permainan musik jawa dengan menggunakan alat tradisional gamelan, gong dan lainnya dan dilanjutkan dengan tarian-tariannya. Yang saya salut adalah, sebagian pemain merupakan anak muda desa dan ada juga anak-anak yang juga sudah cukup mahir melakukan gerakan tarian kuda lumping.

Kami tidak sampai selesai menyaksikan pagelaran Kuda Lumping ini karena suasana sudah terlalu malam dan juga atraksi sudah menunjukkan suasana yang tidak kondusif dikarenakan ada satu bagian dimana penonton ikut terlibat menari tanpa sadar (alias : Kesurupan). Berikut sedikit cuplikan permainan tarian Kuda Lumping yang ada di Desa Perkotaan.

Hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s