Cerita Perjalanan di Bumi Raflesia – Bengkulu

Perjalanan ke Bumi Raflesia saya lakukan ketika mengikuti salah satu forum nasional yaitu Indonesia Youth Forum 2015. Awalnya saya tidak percaya bisa berhasil menjadi salah satu peserta forum tersebut, karena dihari pengumuman peserta, nama saya tidak lulus, namun ternyata setelah beberapa hari kemudian nama saya keluar sebagai peserta. Sebelum kegiatan forum dilaksanakan saya juga mengikuti salah satu forum nasional di Jakarta namun bukan sebagai peserta melainkan sebagai panitia. Karena itulah perjalanan ke Bumi Rafelesia saya lakukan dari Jakarta.

Ada cerita unik di balik perjalanan saya dari Jakarta menuju Bengkulu. Sebelumnya saya sudah janjian dengan beberapa teman dari Jakarta untuk berangkat bareng ke Bengkulu, termasuk teman saya dari Bali yang transit ke Jakarta. Ceritanya, teman saya yang dari Bali mengalami delay, dan saya diminta untuk check-in tiket keberangkatannya dari Jakarta-Bengkulu. Ternyata kedatangannya dari Bali ke Jakarta berdekatan dengan keberangkatan Jakarta-Bengkulu, alhasil teman kami pun ketinggalan keberangkatan dikarenakan delay yang cukup lama. Ketika sampai di bandar udara Fatmawati Soekarno Bengkulu saya mendapat sms dari teman yang dari Bali bahwa tas saya masih tertinggal di bandar udara Soekarno-Hatta, saya heran kenapa bisa tertinggal disana karena sepengetahuan saya barang saya sudah dimasukkan ke bagasi, namun setelah saya cek ternyata barang saya ditempatkan atas nama teman saya yang ketinggalan pesawat. Akhirnya barang saya yang tertinggal dibawakan teman saya yang ketinggalan pesawat dengan membeli tiket baru lagi. Insiden ini mengajarkan kami untuk tidak membeli tiket beda maskapai, karena teman kami tidak bisa melakukan penuntutan atas delay karena maskapai yang dari Jakarta ke Bengkulu berbeda dengan Bali ke Jakarta.

Selama 5 hari berada di Bengkulu kami menginap disalah satu hotel yang ada di Bengkulu. Acara berlangsung selain forum juga diisi dengan fieldtrip dimana kami diajak mengelilingi kota Bengkulu yang memiliki sejarah yang unik. Seperti kunjungan ke rumah Ir. Soekarno, Benteng Marlborough dan objek wisata Pantai Jakat yang diisi dengan aksi bersih pantai. Banyak kenangan yang kami lakukan bersama di Bumi Raflesia, cerita yang tidak akan pernah terlupakan dan akan selalu dikenang.

Selesai kegiatan saya dan beberapa teman kembali ke Medan menggunakan transportasi darat naik bus, perjalanan yang ditempuh selama 3 hari bisa kamu bayangkan bagaimana rasanya 3 hari diperjalanan bus dengan kondisi bus yang bisa dibilang tidak layak (cukup menyenangkan dan menyakitkan kebanyakan duduk hahahaha). Alhamdulillah kami sampai di Medan dengan selamat dan tanpa ada kurang satu apapun.

Tips :

  1. Jika ingin berkunjung ke Bengkulu, pastikan kamu tau tujuan dan tempat penginapan yang akan kamu tinggali
  2. Cari tau dan list objek wisata menarik yang bisa kamu datangi di Bengkulu agar perjalanan kamu terencana dengan baik.

Hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s