Snorkeling Buat Lupa Daratan! – Aceh

Ini perjalanan pertama saya ke Aceh tepatnya ke Banda Aceh pada tahun 2015 yang lalu. Perjalanan ini saya lakukan bersama beberapa teman dari Medan karena mengikuti pelatihan nasional yang diadakan di Banda Aceh dan kami terpilih menjadi pesertanya. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari ini sebenarnya sudah selesai dilaksanakan tanpa adanya fieldtrip. Namun tidak lengkap rasanya bila sudah berada di Banda Aceh tapi tidak menjelajahinya. Akhirnya di hari pertama dan selesai kegiatan kami merencakan melakukan perjalanan ke Sabang. Pada awalnya saya tidak ingin ikut melakukan perjalanan ke Sabang dan berharap segera pulang selesai kegiatan, namun karena dorongan dan keinginan hati ingin pergi ke sabang, akhirnya kami berangkat dengan modal nekat dan semangat.

Perjalanan ke Kota Sabang kami lakukan selama dua hari satu malam, selama itu kami memanfaatkan waktu sebisa mungkin untuk mengunjungi objek wisata yang ada di Sabang, salah satunya adalah dengan snorkeling di Pulau Rubiah. Snorkeling kami lakukan di hari pertama kedatangan kami sekitar pukul 3 sore kami melakukan snorkeling ke Pulau Rubiah. Ini pertama kalinya saya melakukan snorkeling dan sungguh deg-degan awalnya. Diantara kami semua hanya tiga orang yang pandai berenang selebihnya modal nekat dan semangat untuk melakukan snorkeling. Kami membekali diri dengan peralatan lengkap mulai dari pelampung dan alat yang lainnya. Untuk harga sendiri, satu orang dikenakan biaya Rp. 90.000 sudah termasuk perlengkapan lengkap dan satu buah kamera yang disewa untuk berfoto di bawah laut. Sebelum kami melakukan snorkeling, kami berlatih pernapasan menggunakan selang terlebih dahulu sebelum dilepas ke laut untuk snorkeling. Setelah dirasa cukup untuk melakukan pemanasan dan persiapan akhirnya kami diantar menggunakan kapal untuk menuju Pulau Rubiah. Sesampainya di Pulau kami membuat kesepakatan untuk tidak terlalu lama berada di laut karena akan melakukan perjalana sekitar 5 menit untuk melihat peninggalan sejarah yang ada di Pulau Rubiah.

Ternyata kami keasyikan dan lupa waktu, selama melakukan snorkeling kami lupa yang namanya daratan, melihat karang dengan mata kelapa sendiri dan melihat ikan kecil mengelilingi badan, kami lupa bahwa ada daratan yang menanti untuk dijelajah lagi. Kami berhenti snorkeling setelah matahari sudah tidak nampak lagi di langit dan kaki kami sudah keram baru kami berhenti, hahahaha.

Selama snorkeling perlu travelers ingat untuk selalu waspada dengan bulu babi, karena kalau kita terkena duri dari bulu babi maka efek pada kulit yang tertusuk bulu babi adalah kesusahan bernafas dan bisa timbul rasa gatal yang berkepanjangan. Tunggu cerita perjalanan selanjutnya di Aceh travelers!

Hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Snorkeling Buat Lupa Daratan! – Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s