Air Terjun Namu Belanga – Sumatera Utara

Kali ini perjalanan saya dan teman-teman mengunjugi salah satu objek terkenal yang ada di Langkat, Sumatera Utara. Air terjun yang berada di Desa Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat ini beranama Namu Belanga. Perjalanan yang ditempuh dari Medan ke lokasi kurang lebih memakan waktu 2 jam lebih. Jalur yang dilewati melalui kota Binjai dan masuk ke daerah Langkat. Perjalanan yang kami lakukan menggunakan sepeda motor. Sebenaranya perjalanan menuju lokasi ini bisa juga menggunakan mobil pribadi namun untuk masuk ke area pemberhentian pertama menuju air terjun ini sangat kurang memungkinkan menggunakan mobil.

Selama menuju lokasi wisata Air Terjun Namu Belanga banyak sekali objek wisata yang akan kita jumpai, seperi Air Terjun Tongkat, Palaruga, Kolam Abadi dan sebagainya. Namun tujuan awal kami adalah untuk menuju lokasi Air Terjun Namu Belanga sehingga kami tidak ingin singgah ke tempat wisata lain walaupun jarak antara tempat wisata satu dengan lainnya tidak terlalu jauh.

Kamu jangan heran jika menuju tempat wisata ini banyak orang yang menawarkan jasa sebagai guide kamu untuk menuju lokasi wisata, karena masyarakat sudah pandai memanfaatkan objek wista ini sebagai mata pencahrian mereka. Inilah yang kami alami, sepanjang jalan kami banyak ditawari untuk menggunakan jasa mereka sebagai guide, namun kami tolak karena kami sudah menyewa guide sebelum berangkat ke lokasi. Kamu bisa saja menggunakan jasa guide secara on the spot namun untuk harga mungkin akan lebih mahal, jadi sangat disarankan untuk menyewa guide sebelum berangkat.

Sesampai ditempat tujuan kami berhenti di pemberhentian pertama tempat guide kami tinggal, disini kami mengganti baju untuk berenang, dan menitipkan barang yang tidak perlu dibawa seperi helm dan sebagainya, karena jalan yang akan dilewati masih panjang dan melalui medan yang cukup berat, jadi sangat diharuskan meninggalkan barang yang tidak perlu.

Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan menggunakan sepeda motor lalu memarkirkannya di pemberhentian kedua dimana jalan yang akan kita lewati cukup terjal, banyak batu dan genangan air yang membuat jalanan semakin licin. Sesampainya di pemberhentian kedua, kita melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama kurang lebih tiga puluh menit. Untuk jalan yang akan kita lewati adalah ladang masyarakat dan masuk ke hutan, selama di hutan kita akan menuruni anak tangga alami dan buatan yang sudah dibuat masyarakat untuk memudahkan wisatawan melintas.

Sebenarnya waktu keberangkatan kami tidak pas, ini dikarenakan objek wisata Air Terjun Namu Belanga sedang tidak bagus jika dimusim hujan, biasanya jika dimusim kemarau, air yang ada di Air Terjun Namu Belanga sangat bening seperti kaca dan kamu bisa melihat dari atas dengan jelas apa yang ada didasar, namun karena kami datang waktu musim hujan maka air yang kami lihat tidak nampak sama sekali dan banyak sampah kayu yang terbawa dari atas membuat sekitar air terjun tidak terlalu bagus.

Jika kamu sudah berada di Air Terjun Namu Belanga tidak ada salahnya kamu sedikit jalan ke belakang dan menyusuri aliran air yang cukup menantang dan menaikki air terjun kecil dan menikmati “pemandian bidadari” yang memiliki daya tarik tersendiri. Namun jangan sekali-kali untuk pergi tanpa guide atau pendamping karena arus yang akan dilalui cukup deras.

Biaya :

Waktu kami melakukan perjalanan ini kami hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp. 40.000/orang untuk membayar guide yang kami sewa untuk sampai di lokasi wisata. Seharusnya bisa lebih murah lagi hanya Rp. 30.000/orang, hanya saja kamu harus pintar dan pandai menawar untuk mendapatkan harga tersebut.

Fasilitas :

Di area wisata Air Terjun Namu Belanga ini terdapat dua warung non permanen yang menawarkan minuman hangat seperti kopi, teh manis dan juga susu, selain itu juga ada yang menjual makanan siap saji seperti mie instan dan sebagainya. Untuk kamar mandi hanya kamu jumpai di area pemberhentian pertama tempat parkir dan untuk mushola akan sangat sulit kamu jumpai, jadi persiapkan diri kamu untuk selalu membawa sajadah kecil ataupun sarung untuk kamu gunakan di lokasi wisata karena ada space untuk kamu bisa melaksanakan sholat.

Tips :

  1. Sebaiknya travelers datang dengan menggunakan sendal gunung atau sendal jepit yag tidak licin, ini dikarenakan area yang akan dilewati berlumpur dan licin.
  2. Jangan membawa barang yang terlalu berat karena masih ada perjalanan yang cukup jauh menuju lokasi.
  3. Bawalah sampah kamu karena di sekitar area wisata tidak disediakan tempat sampah.

Hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s