Pengalaman Pertama Memeras Tebu – Padang

Ini perjalanan saya pertama ke kota Padang pada saat mengikuti kegiatan nasional pemuda 2015 lalu. Acara yang dilaksanakan Universitas Andalas ini dilakukan selama 1 minggu. Selama kegiatan kita bukan hanya bertukar ilmu dan mendapatkan ilmu, kita juga diajak mengunjungi salah satu tempat istimewa yang ada di Universitas Andalas tepatnya di Kebun Tumbuhan Obat Farmasi.

Di tempat ini ada beberapa alat tradisional yang masih dijaga dan digunakan hingga sekarang, diantaranya adalah alat pemeras tebu yang menarik perhatian kami ketika ada di tempat ini. Kami diberikan kesempatan untuk melakukan atraksi memereas tebu sendiri. Alat yang terbuat dari kayu yang berukuran besar ini tidak bisa dilakukan sendirian, namun harus dilakukan secara bersama-sama. Dengan beberapa teman kami bekerjasama untuk memeras tebu untuk mendapatkan airnya. Ada yang memutar alat pegangan yang harus dilakukan oleh empat orang, dan dua orang memasukkan dan mengambil batang tebu yang akan dimasukkan.

Kami berfikir ini alat yang mudah, ternyata kami salah. Alat ini cukup memeras keringat juga, namun menyenangkan, kita harus menyelaraskan antara satu dengan yang lain. Kerja alat ini adalah setelah satu orang memasukkan batang tebu kedalam sela-sela lobang yang ada di tengah kayu, saatnya tugas pemegang kayu yang memutar kayu dengan searah jarum jam dengan irama yang sama, lalu tugas satu orang menampung air tebu yang terperas dari bawah untuk kemudian disaring dan diambil airnya. Lebih nikmat lagi kami tambahkan dengan es batu yang disediakan panitia. WOW!

Banyak manfaat yang kami dapatkan ketika melakukan hal ini, selain kerjasama kami juga menikmati momen kebersamaan yang terjalin. Selain menikmati air tebu dari alat pemeras tebu tradisional ini, kami juga berkesempatan untuk mandi uap, dan melakukan atraksi memarut kelapa dari alat tradisional. Sungguh pengalaman yang luar biasa, ternyata untuk mendapatkan air tebu yang nikmat penuh perjuangan yang tidak mudah. Memang benar apa kata pepatah “hasil tidak akan mengkhianati proses“.

Hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s