Peternakan Buaya – Sumatera Utara

Pernah terbayangkan gimana rasanya dikelilingi ratusan buaya disekitar anda? Ngeri-ngeri sedap ya kan. Tapi jangan khawatir, bisa dibilang buaya-buaya di objek wisata kali ini cukup aman untuk travelers kunjungi.
Perjalanan saya kali ini mengeksplor salah satu objek wisata yang ada di kota Medan. Nama objek wisata ini adalah Ternak Buaya Asam Kumbang, yang terletak di jalan Asam Kumbang, Sunggal. Konon peternakan buaya ini katanya memiliki koleksi buaya terbanyak se-Asia Tenggara lo.
Hanya menempuh perjalan kurang lebih 30 menit dari tempat tinggal saya menaiki kereta (dalam bahasa Medan, kereta merupakan sebutan sepeda motor). Selain itu, objek wisata ini juga bisa diakses menggunakan angkutan kota (angkot) dengan arah tujuan asam kumbang, namun hanya mengantarkan travelers sampai gapura, untuk sampai di pintu utama gerbang Peternakan Buaya masih sekitar berjarak 800 m dari gapura dan ini dapat diakses dengan kendaraan pribadi atau becak bermotor (bentor) karena tidak ada akses angkot ke dalam pintu utama objek wisata. Jika travelers pandai menawar untuk menaiki bentor masuk ke pintu utama objek wisata dapat ditawar dengan harga Rp. 5.000 tapi jika kurang beruntung biasanya tarif yang dikenakan bisa sampai Rp. 15.000.

Sesampainya di gerbang utama objek wisata ini tidak banyak yang berubah sejak terakhir kunjungan saya kemari sekitar 9 tahun yang lalu, hanya sedikit pelebaran untuk tempat parkir dan juga warung-warung yang berjualan di tempat objek wisata ini. Ada yang unik dari Ternak Buaya Asam Kumbang ini travelers, objek wisata ini berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Menurut cerita, pada awalnya pengelola yang merupakan keturunan tionghoa ini memiliki peliharaan buaya kurang lebih 10 ekor dan seiring berjalan nya waktu, buaya-buaya ini berkembang biak dan diberi kandang sendiri di belakang rumah, sampai seperti sekarang ini, kandang-kandang buaya tetap berada di belakang halaman rumah sang pengelola nya travelers.

Jika travelers penasaran dengan ceritanya lebih detail, travelers bisa menanyakan langsung ke pengelola yang selalu berada di tempat wisata ini. Selain itu juga di depan pintu masuk, kita bisa melihat foto-foto buaya serta informasi secara detail yang dipajang pengelola Ternak Buaya.

Akses masuk ke objek wisata ini dikenaan biaya tarif masuk sebesar Rp. 6.000 baik dewasa maupun anak-anak. Untuk travelers yang membawa balita biaya masuk Free!. Selain biaya tiket masuk, travelers juga siap-siap merogoh kocek sebesar Rp. 2.000 untuk biaya parkir sepeda motor dan mobil sebesar Rp. 4.000.

Untuk pintu masuk ke objek wisata ini berada di samping pembelian tiket, yang hanya selebar 2 meter kurang lebih. Akses pintu ini juga digunakan untuk yang ingin keluar objek wisata, jadi jika anda yang ingin masuk dan keluar harus bergantian travelers. Ketika memasuki pintu masuk, saya sudah disuguhi pemandangan yang luar biasa, disamping kanan saya sudah ada 3 kolam buaya. Kolam pertama berisikan sekitar 10 ekor buaya yang berusia 8 tahun, dikolam kedua buaya berusia 10 tahun, dan dikolam ketiga berisi buaya dengan usia 42 tahun.
Buaya-buaya yang berada di dalam kolam tidak agresif travelers, yang buaya lebih agresif pengelola menempatkan nya di kolam yang besar seperti danau buatan yang berada tidak jauh dari kolam pintu masuk. Koleksi buaya-buaya disini sudah lebih 100 ekor lebih travelers, mulai dari usia yang 1 tahun sampai 42 tahun. Ada juga buaya muara sampai buaya “albino” berwarna putih. Dan ada satu kolam buaya yang menarik perhatian saya nih, yaitu kolam buaya buntung, dimana terdapat satu ekor buaya tanpa ekor travelers, buaya ini tidak mati dan masih hidup, sungguh kebesaran Sang Maha Pencipta.

Objek wisata Ternak Buaya Asam Kumbang buka setiap hari dari jam 08.00 sampai pukul 17.00 travelers, jadi sisihkan waktu dan rasakan sensasi berada dekat dengan buaya asli, bukan “buaya darat”.

Tips :

1. Jika travelers mengunjungi Objek wisata ini disarankan untuk membawa bekal, dan keperluan camping, karena di beberapa spot pengelola menyediakan tempat untuk bercekrama bersama keluarga.

2. Datanglah dikala siang menjelang sore karena disaat seperti itu pengelola akan mengeluarkan buaya jinak untuk travelers dapat berfoto bersamanya dengan harga Rp. 5.000 menggunakan kamera pribadi, karena pengelola tidak menyediakan jasa kamera.

3. Jangan melepas anak-anak bermain sendiri karena ada beberapa kolam yang dapat dijangkau oleh anak-anak bila tidak diawasi.

Hanya ada dua yang wajib travelers tinggalkan di tempat wisata, KENANGAN dan JEJAK KAKI, SALAM TRAVELER ULUNG 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s