Cerita di Dolok Sanggul – Sumatera Utara

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 30 Mei saya melakukan perjalanan dari Medan ke Dolok Sanggul salah satu wilayah yang ada di Sumatera Utara. Perjalanan kami dimulai pada pukul 7 malam dari Medan dan sampai di Dolok Sanggul pukul 6 pagi. Awalnya kami mengira perjalanan sampai di Dolok Sanggul jam 1 pagi, ternyata perkiraan kami meleset ini disebabkan Bus yang kami naiki menempuh jalur yang jauh. Pada umumnya perjalanan menuju Dolok Sanggul hanya ditempuh selama 7 jam perjalanan kurang lebih.

Dolok Sanggul merupakan salah satu kecamatan  yang ada di kabupaten Humbang Hasundutan. Di Humbang Hasundutan sendiri memiliki 10 kecamatan yaitu :
1. Baktiraja
2. Dolok Sanggul
3. Lintong Nihuta
4. Onan Ganjang
5. Pakkat
6. Paranginan
7. Parlilitan
8. Pollung
9. Sijama Polang
10. Tarabintang

Mayoritas masyarakat di daerah Humbang Hasundutan menganut agama Kristen. Untuk masyarakat yang beragama muslim mayoritas berada di kecamatan Dolok Sanggul dibandingkan dengan kecamatan yang lain. Mayoritas pekerjaan masyarakat di Humbang Hasundutan adalah petani, mulai dari petani padi, kopi, sayur-mayur dan sebagainya.

Sesampainya di Dolok Sanggul kami disuguhi suasana yang jauh berbeda dari suasana kota Medan. Terlihat suasana hening, damai, tanpa kericuhan suasana kendaraan lalu-lalang. Selama di Dolok Sanggul saya dan empat teman menginap di rumah saudara salah satu rekan kami. Ini mengingat untuk menghemat uang yang kami punya.

Untuk menginap di Hotel yang ada di Kecamatan Dolok Sanggul kita harus merogoh kocek sebesar Rp. 100.000/malam dengan 1 kamar bisa menampung 2 orang. Untuk menambah bed (tempat tidur) dikenakan tarif Rp.25.000/malam. Ini adalah harga Hotel kelas melati. Untuk anda yang ingin menikmati hotel VIP, dikenakan tarif bisa sampai Rp. 300.000/malam.

Sekedar informasi, penginapan hotel hanya dapat anda temui di Kecematan Dolok Sanggul saja, tidak akan anda temukan penginapan hotel di daerah kecamatan lain. Ini disebabkan karena pusat dari Humbang Hasundutan berada di Dolok Sanggul.

Ada pepatah kuno mengatakan “Gak lengkap rasanya kalau uda di Dolok Sanggul gak merasakan daging kudanya”. Karena rasa penasaran ini, saya mencoba mencicipi daging kuda yang bisa kita jumpai di beberapa rumah makan muslim di Dolok Sanggul.

Selain berada di Dolok Sanggul, kami berkesempatan mengunjungi Kecamatan Pollung dan Lintong Nihuta. Di kedua kecamatan tersebut kami disuguhi pemandangan yang tidak jauh berbeda dari Dolok Sanggul. Sebagian besar keseharian masyarakatnya di habiskan di ladang. Ada yang menarik di Kecamatan Pollung tepatnya di salah satu desa. Desa yang saya lupa namanya ini terletak di balik bukit. Untuk sampai ke desa tersebut harus ditempuh menggunakan sepeda motor dan becak bermotor, tidak ada angkot ataupun transportasi lain. Selama menuju desa tersebut terdapat jurang disisi kiri jalan dan masih banyak jalan yang rusak yang jika hujan tiba jalanan hanya bisa dilalui dengan sepeda motor dan berjalan kaki. Desa dengan kurang lebih 40 kepala keluarga ini tidak memiliki akses air. Untuk memenuhi air mereka biasanya mengandalkan air hujan dan sungai yang terletak jauh dari desa.

Selain cerita di desa yang terletak di Kecamatan Pollung tersebut, ada cerita unik di salah satu Kecamatan yang ada di Humbang Hasundutan lainnya, tepatnya di Kecamatan Tara Bintang. Kecamatan yang hampir berbatasan dengan Pakpak ini dijuluki dengan daerah “300 lagi nambah ke surga”. Awal mendengar ucapan itu saya penasaran dan bertanya-tanya seperti apakah Tara Bintang itu. Akhirnya pada hari kedua keberadaan kami di Dolok Sanggul, kedua teman kami melakukan perjalanan ke Tara Bintang.

Menurut penuturan kedua teman kami, perjalanan ke Tara Bintang dilakukan selama kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Sepanjang perjalanan menuju Tara Bintang sangatlah sepi hanya berteman dengan keheningan dan hutan di kanan dan kiri jalan. Tidak ada transportasi umum yang dapat di akses menuju ke Tara Bintang. Rumah-rumah masyarakat yang ada di Tara Bintang hanya 3 rumah dan akan menemukan rumah lagi setalah 1 KM perjalanan. Sebagian besar masyarakat di Tara Bintang tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia, mereka hanya bisa menggunakan bahasa batak pakpak.

Ada satu desa di Tara Bintang yang sama sekali tidak memiliki listrik. Hampir seluruh masyarakatnya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air sehari-hari. Sebenarnya di Tara Bintang terdapat sungai yang mengalir, namun tidak dapat digunakan sebagai air minum, ini dikarenakan air sungai tersebut berwarna merah darah yang disebabkan oleh adanya zat-zat yang berbahaya. Sebagian besar waktu masyarakat di habiskan di ladang. Selama di Tara Bintang tidak akan anda temukan warung-warung makanan di pinggir jalan.

Terlepas dari itu semua, banyak keunikan dan keindahan yang dapat anda temukan di daerah Humbang Hasundutan. Buah tangan atau oleh-oleh khas yang bisa anda bawa dari daerah ini adalah Kopi dan Kemenyan. Kedua produk ini sangat terkenal di Dolok Sanggul.

Tips :

  1. Jika anda beragama muslim hanya rumah makan tertentu yang bisa anda kunjungi. Kunjungilah rumah makan yang memiliki keterangan “Rumah Makan Muslim”
  2. Tidak semua masyarakat di daerah Humbang Hasundutan bisa berbahasa Indonesia, jika ingin mengunjungi beberapa Kecamatan selain Dolok Sanggul diharapkan memiliki kerabat atau kenalan yang bisa berbahasa batak.
  3. Transportasi Angkotan Umum (Angkot) hanya dapat ditemukan disaat-saat tertentu. Jika anda ingin mengunjungi beberapa kecamatan yang ada di Humbang Hasundutan namun tidak memiliki sepeda motor, sebagai refrensi anda dapat menyewa Becak Bermotor (Bentor) dengan harga nego. Kami melakukan perjalanan dari Dolok Sanggul ke Pollung lalu dilanjutkan ke Lintong Nihuta dengan menyewa Bentor sebesar Rp.300.000/hari (sudah termasuk uang bensin)

Hanya ada dua hal yang boleh kamu tinggalkan selama melakukan perjalanan, JEJAK KAKI dan KENANGAN, SALAM TRAVELER ULUNG 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Cerita di Dolok Sanggul – Sumatera Utara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s